「Pindah ke Jepang dan Bekerja di Perusahaan IT Jepang」Bahasa Ver

Halo! Nama saya Eza dan saya berasal dari Indonesia. Saya telah tinggal dan bekerja di Jepang selama satu tahun. Saya sangat bersemangat tentang teknologi dan pertukaran budaya, dan saya menikmati menjelajahi tempat-tempat baru serta belajar bahasa baru.

目次

Keterampilan dan Latar Belakang Profesional

Saya mengkhususkan diri dalam pengembangan perangkat lunak, dengan fokus pada teknologi front-end seperti React dan TypeScript. Pengalaman saya juga mencakup pengembangan back-end menggunakan Node.js, Firebase, dan Google Cloud Platform. Saya memiliki latar belakang yang kuat dalam desain UI/UX, dengan pengalaman memimpin tim desain dan menciptakan sistem desain yang komprehensif.

Hobi

Saya suka pergi ke kedai kopi dan mencoba makanan baru. Saya memiliki minat khusus pada masakan Jepang. Menjelajahi teknologi baru dan meningkatkan keterampilan bahasa saya juga merupakan kesukaan saya. Salah satu pengalaman seru saya adalah mencoba fugu, hidangan ikan buntal yang terkenal. Ini adalah pengalaman yang mendebarkan dan sedikit menegangkan karena harus dipersiapkan dengan sangat hati-hati untuk menghindari keracunan. Rasanya unik dan tentunya menjadi petualangan yang tak terlupakan! Saya juga suka mengunjungi pasar lokal dan mencoba makanan jalanan, yang menawarkan berbagai macam rasa dan tekstur yang baru dan menyenangkan.

Pada akhir pekan, saya sering menjelajahi berbagai lingkungan untuk mencari permata kuliner tersembunyi. Salah satu temuan favorit saya adalah toko mi soba kecil di sebuah gang yang tersembunyi, di mana pemiliknya secara pribadi menyiapkan setiap mangkuk dengan sangat hati-hati. Kaldu yang kaya dan beraroma serta mi yang dimasak dengan sempurna benar-benar berbeda dari apa pun yang pernah saya cicipi sebelumnya. Petualangan kuliner ini tidak hanya memanjakan lidah saya tetapi juga memperdalam apresiasi saya terhadap budaya Jepang.

Bagaimana Saya Berakhir Bekerja di Jepang

Perjalanan saya ke Jepang dimulai dengan ketertarikan yang mendalam terhadap budaya dan kemajuan teknologinya. Saya mendapat kesempatan untuk bekerja secara remote untuk perusahaan yang berbasis di Fukuoka, yang memungkinkan saya menggabungkan keterampilan profesional saya dengan minat saya pada Jepang. Saya diperkenalkan kepada seorang CEO startup Jepang oleh seorang teman, yang membuka pintu bagi kesempatan ini.

Awalnya, saya bekerja secara remote dari Indonesia selama satu tahun. Pengalaman itu sangat memuaskan, tetapi saya sangat ingin merasakan langsung lingkungan kerja dan budaya Jepang. Akhirnya, perusahaan mengundang saya untuk bekerja langsung di lokasi. Untuk memfasilitasi kepindahan saya, mereka menghubungi seorang pengacara administrasi (行政書士), yang membantu seluruh proses visa. Proses ini memakan waktu sekitar 6-7 bulan, termasuk perjalanan ke kedutaan Jepang di Jakarta. Dengan bantuan pengacara administrasi, semuanya menjadi lebih mudah. Saya hanya perlu menyediakan dokumen yang mereka minta, seperti CV, foto, dan dokumen kelulusan universitas, dan semuanya diproses dengan lancar.

Administrasi di Jepang

Setelah tiba di Jepang, masih banyak proses yang harus diselesaikan, seperti mencari rumah, mendaftarkan alamat di balai kota, membuka rekening bank, dan mendapatkan nomor telepon. Proses administrasi di Jepang bisa sangat rinci. Awalnya, semuanya sulit karena saya tidak terbiasa dengan birokrasi di Jepang. Namun, dengan bantuan rekan kerja dan dukungan dari pusat asing yang tersedia di Jepang, semuanya menjadi lebih mudah.

Salah satu tantangan terbesar adalah membuka rekening bank, karena membutuhkan beberapa dokumen dan banyak kesabaran. Setiap kali ada sesuatu yang tidak saya mengerti, saya menghubungi Fukuoka Foreign Employment Service Center (福岡外国人雇用サービスセンター), dan mereka sangat membantu pendatang baru di Jepang. Dukungan mereka sangat berharga dalam menavigasi kerumitan sistem birokrasi Jepang.

Gaya Kerja di Jepang

Bekerja di Jepang merupakan pengalaman yang unik. Budaya kerja menekankan ketepatan waktu, kerja tim, dan perhatian yang cermat terhadap detail. Tempat kerja Jepang sering kali memprioritaskan harmoni kelompok dan konsensus, yang bisa berbeda dari pendekatan yang lebih individualistik yang saya terbiasa. Namun, hal ini mengajarkan saya nilai kolaborasi dan empati. Pertemuan selalu tepat waktu, dan tempo kerjanya cepat.

Saya mendengar betapa ketatnya budaya kerja di Jepang, tetapi ternyata, setidaknya di perusahaan teknologi kecil tempat saya bekerja, semuanya cukup fleksibel dan terbuka untuk diskusi. Ini mirip dengan yang saya alami di lingkungan teknologi lain tetapi dengan sentuhan khas Jepang. Rasa hormat terhadap hierarki sangat terasa, tetapi ada juga penekanan kuat pada saling menghormati dan kohesi tim.

Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Tinggal di Jepang

Tinggal di Jepang memerlukan kesadaran akan norma budaya tertentu dan peraturan. Misalnya, memahami pentingnya menghormati ruang pribadi dan memperhatikan tingkat kebisingan di tempat umum sangat penting. Memisahkan sampah bukan hal yang biasa di Indonesia, tetapi di Jepang, sangat penting untuk mengikuti panduan daur ulang dengan ketat. Ini termasuk memisahkan barang yang dapat dibakar, tidak dapat dibakar, dan dapat didaur ulang, yang bisa sedikit membingungkan pada awalnya tetapi menjadi kebiasaan seiring waktu.

Selain itu, penting untuk menyadari etiket sosial di Jepang. Orang Jepang sangat memperhatikan sopan santun, dan menunjukkan rasa hormat dalam cara-cara kecil ini sangat membantu dalam membangun hubungan yang baik.

Kekhawatiran Terbaru 

Meskipun telah belajar bahasa Jepang secara intensif, saya masih merasa perlu meningkatkan lebih banyak, terutama dalam konteks profesional. Kemahiran bahasa adalah perjalanan yang berkelanjutan, dan selalu ada nuansa dan ekspresi baru untuk dipelajari. Ini bisa menjadi tantangan dan menyenangkan sekaligus, karena membuat saya tetap termotivasi untuk terus belajar.

Reaksi Keluarga Terhadap Tinggal di Jepang 

Reaksi keluarga saya terhadap keputusan saya untuk pindah ke Jepang campur aduk. Mereka senang dengan pengalaman baru saya tetapi juga khawatir tentang jarak dan penyesuaian budaya yang harus saya hadapi. Seiring waktu, mereka menjadi lebih mendukung karena melihat betapa saya menikmati hidup di sini. Kami melakukan panggilan video sesekali untuk menjaga hubungan tetap kuat dan berbagi perkembangan kehidupan kami. Panggilan ini menjadi cara yang baik untuk tetap terhubung dan berbagi pengalaman saya dengan mereka.

Tips Tinggal di Jepang

  1. Belajar Bahasa: Meskipun beberapa orang di Jepang berbicara bahasa Inggris, mengetahui sedikit bahasa Jepang akan sangat meningkatkan pengalaman Anda.
  2. Memahami Etiket Budaya: Hal-hal sederhana seperti membungkuk, menggunakan sumpit dengan benar, menyapa orang lain, dan bersikap sopan bisa sangat membantu.
  3. Jelajahi: Jepang memiliki banyak hal untuk ditawarkan, mulai dari pemandangan indah hingga sejarah yang kaya. Luangkan waktu untuk menjelajahi dan mengapresiasinya.

Tips Bekerja di Jepang

  1. Tepat Waktu: Ketepatan waktu sangat dihargai dalam budaya kerja Jepang.
  2. Kerja Tim: Tempat kerja Jepang sering kali menekankan usaha kelompok dibandingkan pencapaian individu.
  3. Tetap Berpikiran Terbuka: Bersedia belajar dan beradaptasi dengan cara kerja dan berpikir yang baru.

Sekian! 

Saya harap artikel ini memberikan wawasan yang berguna tentang pengalaman saya! Pindah ke Jepang telah menjadi salah satu pengalaman paling menarik dan memperkaya dalam hidup saya.

よかったらシェアしてね!
  • URLをコピーしました!
  • URLをコピーしました!

この記事を書いた人

目次